Catatan Dari Pelatihan Manajemen Puskesmas Kurikulum 2017

Kamis , 18 Januari 2018

Penulis : Dr.Dhanita Amir,M.Kes

Widyaiswara Muda, BBPK Jakarta

Latar Belakang

            Seperti sudah kita ketahui sejak awal tahun 2017 telah dilakukan proses penyusunan revisi kurikulum dan modul Manajemen Puskesmas (MP) tahun 2016. Dengan segala upaya telah dirampungkan sebelum lebaran menjelang. Dan di bulan Agustus dimulai TOT Pelatihan MP Kurikulum Tahun 2017, yang segera diikuti dengan Workshop 3 hari bagi alumni TOT MP 2016 dalam rangka memperbaharui metode penugasan komprehensif sebagai syarat untuk mengajar MP kurikulum tahun 2017. Selesai TOT segera seluruh Provinsi se-Indonesia bergerak melaksanakan pelatihan MP 2017 baik menggunakan dana dekonsentrasi maupun dana APBN dari wilayah binaan masing-masing BBPK/Bapelkes .

            Perhelatan besar yang banyak ditunggu-tunggu banyak orang baik dari  Widyaiswara, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Dinas Kab/Kota, juga tak luput dari pelaksana sendiri yaitu Kepala Puskesmas/Tata Usaha Puskesmas. Hal ini dikarenakan sudah begitu lamanya pelatihan MP ini tidak dilaksanakan, terakhir kalau tidak salah tahun 2006, sehingga ilmu MP seakan hilang tanpa jejak. Selain itu dikarenakan sejak 2015 Puskesmas diwajibkan untuk diakreditasi, sedangkan roh dari akreditasi adalah Manajemen Puskesmas, disamping itu Pelatihan MP menjadi salah satu kompetensi dari Kepala Puskesmas sesuai amanat Permenkes 75 tahun 2014. Hal ini yang menjadikan Pelatihan MP menjadi favorit selain pelatihan Pendamping Akreditasi dan Pelatihan Surveyor FKTP.

            Untuk itu penulis ingin membuat catatan yang sekiranya berguna bagi perbaikan MP 2017 ini, baik dari sisi kurikulum dan modul, pelatihan, fasilitator maupun peserta. Catatan ini mencoba menelisik dari kaedah pelatihan dan pengalaman implementasi dari pelatihan tersebut, yang sejatinya sangat membantu Kepala Puskesmas dalam mempersiapkan Puskesmasnya menjalankan proses akreditasi dengan manajemen Puskesmas yang baik serta demi kesinambungan pelayanan paska akreditasi.

 

ISI CATATAN

Kurikulum MP sudah mulai dibuat dari tahun 2015, 2016 dan yang terakhir 2017. Dalam kurun 3 tahun ini sudah banyak perbaikan ditambah lagi adanya tambahan program yaitu “Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga” (PIS-PK) telah dimasukkan dalam kurikulum tahun 2017. Tetapi banyak catatan perbaikan yang perlu dilakukan sebagai uapaya perbaikan kedepan karena MP 2017 pun sedang akan direvisi menjadi MP 2018.

Dari Segi Kurikulum utamanya di struktur program dalam jumlah jam pelajaran (jpl) sama dengan MP 2016 yaitu 82 jpl buat Pelatihan MP, dan 94 jpl Buat TOT MP. Mata Diklat pun masih sama hanya beberapa jpl yang berubah untuk mata diklat seperti Mata Diklat “Kepemimpinan” di MP 2016 3 jpl, di MP 2017 menjadi 6 jpl ditambah dengan anti korupsi. Tetapi yang menjadi perdebatan dengan banyak pihak terutama saat pelatihan dilaksanakan adalah bahwa stuktur program tidak dipakai sebagai dasar untuk membuat jadwal pelatihan dengan kata lain jadwal pelatihan menggunakan  master jadwal yang dikeluarkan oleh Puslat . Hal ini tidak diinfokan dengan baik sehingga saat BPPK/Baplekes pengampu menjadi tim QC terjadi miskomunikasi .

Dibawah ini adalah struktur program TOT MP 2017. Dan struktur program Pelatihan MP, dimana terjadi perubahan dinomenklatur mata diklat, ditambah master jadwal yang beda dalam mata diklat

  1. Struktur Program TOT MP 2017

No

Materi

Jam Pelajaran

T

P

PL

JML

A.

Materi Dasar

 

 

 

 

1

Kebijakan Pembangunan Kesehatan

2

0

0

2

2

Kebijakan Penyelenggaraan Puskesmas

2

0

0

2

 

Sub Total

4

0

0

4

B

Materi Inti

 

 

 

 

1

Kepemimpinan

2

4

0

6

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Umum Puskesmas

 

 

 

 

a.     Manajemen Umum

4

21

3

28

b.     Manajemen Sumber Daya

 

 

 

 

    1)     Pengelolaan Sumber Daya Manusia

2

1

1

4

    2)     Pengelolaan Sarana Prasarana Alat

2

1

0

3

    3)     Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

1

2

0

3

c.    Tata Kelola Keuangan di Puskesmas & Manajemen Asset

 

 

 

 

    1)     Tata Kelola Keuangan di Puskesmas

 

 

 

 

a)     Instrumentasi Tata Kelola Keuangan

1

2

0

3

b)     Perencanaan & Penganggaran

1

1

0

2

c)     Jaminan Kesehatan Nasional

1

1

0

2

     2)     Manajemen Aset

2

0

0

2

3

 

 

Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat

 

 

 

 

a.     Program Kesehatan Masyarakat

2

2

0

4

b.     Surveilens Epidemiologi / PWS

1

2

0

3

4

Manajemen Pemberdayaan Masyarakat

2

1

1

4

5

Manajemen Mutu

1

1

0

2

6

Manajemen Data Puskesmas dan Keluarga Sehat

2

3

1

6

7

Teknik Melatih

5

7

0

12

 

Sub Total

30

47

6

84

C.

Materi Penunjang

 

 

 

 

1

Building Learning Commitment

0

2

0

2

2

Rencana Tindak Lanjut

1

1

0

2

3

Pengarahan Program Pelatihan

2

0

0

2

Sub Total

3

3

0

6

Total

37

51

6

94

Cat: Jumlah su total B.Materi Inti salah harusnya T=29, P=49, PL=6, total 84

  1. Struktur Program MP 2017

No

Materi

Jam Pelajaran

T

P

PL

JML

A.

Materi Dasar

 

 

 

 

1

Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

2

0

0

2

2

Kebijakan Penyelenggaraan Puskesmas

2

0

0

2

 

Sub Total

4

0

0

4

B

Materi Inti

 

 

 

 

1

Kepemimpinan

2

4

0

6

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Umum Puskesmas

 

 

 

 

a.     Manajemen Umum

4

21

3

28

b.     Manajemen Sumber Daya

 

 

 

 

    1)     Pengelolaan Sumber Daya Manusia

2

1

1

4

    2)     Pengelolaan Sarana Prasarana Alat

2

1

0

3

    3)     Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

1

2

0

3

c.    Tata Kelola Keuangan di Puskesmas & Manajemen Asset

 

 

 

 

    1)     Tata Kelola Keuangan di Puskesmas

 

 

 

 

a)     Instrumentasi Tata Kelola Keuangan

1

2

0

3

b)     Perencanaan & Penganggaran

1

1

0

2

c)     Jaminan Kesehatan Nasional

1

1

0

2

     2)     Manajemen Aset

2

0

0

2

3

 

 

Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat

 

 

 

 

a.     Program Kesehatan Masyarakat

2

2

0

4

b.     Surveilens Epidemiologi / PWS

1

2

0

3

4

Manajemen Pemberdayaan Masyarakat

1

2

1

4

5

Manajemen Mutu

1

1

0

2

6

Manajemen Data Puskesmas dan Keluarga Sehat

2

3

1

6

 

Sub Total

20

46

6

72

C.

Materi Penunjang

 

 

 

 

1

Building Learning Commitment

0

2

0

2

2

Rencana Tindak Lanjut

1

1

0

2

3

Pengarahan Program Pelatihan

2

0

0

2

Sub Total

3

3

0

6

Total

27

49

6

82

 

  1. Master Jadwal MP (TOT dan Pelatihan)

NO

MATA DIKLAT

JPL

1

Pengarahan Program Pelatihan

2

2

Kebijakan PIS-PK

2

3

Kebijakan Penyelenggaraan Pyuskesmas

2

4

Problematika PIS-PK

2

5

Kemepimpinan dan Anti Korupsi

6

6

Penganggaran PIS-PK

3

7

Manajemen Data dan KS

5

8

Manajemen Umum

4

9

Penugasan Komprehensif

30

10

Manajemen SDM

3

11

Manajemen SPA

2

12

Manajemen Obat dan BMHP

2

13

Manajemen Aset

1

14

Manajemen Mutu

2

15

Surveilans Epidemiologi & PWS

2

16

Tata Kelola Keuangan Daerah (Perencanaan dan Penganggaran)

2

17

Jaminan Kesehatan Nasional

2

18

PKL

6

19

RTL

2

 

Dari uraian diatas menjadikan catatan adalah :

  1. Ada ketidak sinkronan antara judul MP 2017 dengan struktur programnya, yaitu Kebijakan Pembangunan Puskemas berubah menjadi Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
  2. Ketidak sinkronan antara struktur program dengan Master Jadwal baik di TOT maupun Pelatihan MP 2017. Sehingga mengakibatkan beberapa mata dikat yang hilang dan mata diklat tambahan yang tersampaikan. Apalagi buat alumni MP 2016 yang hanya di update dimateri penugasan komprehensif. Bila struktur program yang dijadikan acuan buat melatih menjadi kerancuan pembuatan jadwal. Adapun jadwal yang bertambah dan hilang  dimaster jadwal adalah :

 

MATA DIKLAT TAMBAHAN

  1.  

MATA DIKLAT HILANG

  1.  

Problematika PIS PK

  1.  

Program Kesehatan Masy

  1.  

Penganggaran PIS-PIK

  1.  

Manajemen Pemberdayaan Masyarakat

  1.  

 

Dengan catatan belum diketahui darimana 30 jpl untuk materi Penugasan Komprehensif sesungguhnya, dikarenakan untuk Manajemen umum jam praktek 21 jpl, sedangkan 9 jplnya lagi belum dijelaskan diambil dari mana. Karena kalau sesuai struktur program harusnya Manajemen Mutu T=1 jpl, sedangkan di Master jadwal tetap T=2 jpl.

  1. Ketidak sinkronan antara struktur program dan GBPP, hal ini adalah di mata diklat:
  1. Materi Inti 2. Manajemen Umum Puskesmas

Di GBPP pada waktu tertulis 47 jpl (T=11, P=32 jpl, PL=4 jpl), sedangkan di struktur program bila dihitung 47 Jpl (T=14 jpl, P=29 jpl, PL=4 jpl), sedangkan di master jadwal  48 jpl T= 14 jpl P=30 jpl, Pl=4 jpl

  1. Materi inti 3. Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat 7 jpl (T=3,P=4, PL=0)

Dimaster jadwal materi inti 3 hanya tinggal Survelilans dan epidemiologi yangn hanya 2 jpl. Sedang kan sub bahasan UKP dan UKM di Puskesmas tidak ada. Demikian pula dibahan tayang hanya ada materi sureilans epidemiologi

  1. Materi Inti 4. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat.

Pada Struktur program tertulis T=1, P=2, PL=1), di GBPP tertulis T=2, P=1, PL=1), sedangkan dimaster jadwal teori tidak ada masuk ke penugasan komprehensif sebanyak 2 jpl. Sedangakan praktek teori Manajemen Pemberdayaan Masyarakat ada di TOT maupun bahan tayangnya teredia.

  1. Materi Inti 5. Manajemen Mutu

Pada Struktur program tertulis T=1, P=1, PL=0), ,sedangkan dimaster jadwal T=2 jpl, P=0

Kemudian sub pokok bahasan Manajemen Mutu antara GBPP dan modul ada sub pokok bahasan yang tidak disampaikan dimodul yaitu Pelayanan Prima dan Pengukuran Kepuasan Pelanggan. Demikian pula di bahan tayang 2 pokok bahasan tersebut tidak ada.

  1. Materi inti 6 Manajemen Data Puskesmas dan Keluarga Sehat.

Di GBPP dan dimodul ada pokok bahasan tentang Sistem Informasi di Puskesmas (SIP) , tapi dibahan tayang tidak disampaikan. Walaupun bila dibandingakn dengan MP 2016 beda sekali. Kalau di MP 2016 lebih ke arah SIP, tapi kalau di MP 2017 lebih ke manajemen data soal KS dan aplikasinya. Malahan ahkir pelatihan diminta menganilisis dengan SPSS, walau hampir kebanyakan angkatan SPSS hanya dalam bentuk demo saja karena keterbatasan waktu. Sebaiknya materi SPSS ini disampaikan pada saat pelatihan KS sehingga petugas pembina keluarga komprehensif menerima materi tentang aplikasi KS.

  1. Materi Penunjang 2. Rencana Tindak Lanjut (RTL) 2 jpl

Hal yang membingungkan adalah diinstrumen Quality Contrlol pada pertanyaan nomer 39,40,41. Tentang RTL 3 jam pertama dan RTL 1 jam kedua. Masih membuat pertanyaan dikalangan penyelenggara dan fasilitator MP didaerah. Terutama RTL 3 jpl pertama. Apakah masuk dan Penugasan Komprehesif.

  1. Terkait dengan panduan PKL baik distruktur program maupun sub bab terkait PKL tersebut tidak disebutkan adanya jam Kepemimpinan dalam PKL tersebut, tapi di instrumen PKL ditambahkan instrumen pertanyaan tentang Kepemimpinan. Hal ini cukup membingungkan dalam segi kurikulum, waktu dan diskusi saat pemaparan hasil PKL. Walaupun karena ini pelatihan tentang MP sangat bagus instrumen tersebut dipakai. Tinggal disesuaikan dengan struktur program dalam MP yang akan direvisi.
  1. Terkait dengan penyampaian materi dasar dan materi inti 1 dan sebagian materi inti 2 baru masuk ke penugasan komprehensif . Hal ini juga terjadi perbedaan pendapat dipelatihan didaerah. . Kalau kita telaah undur pada saat MP 2016, itu yang terjadi dimana semua materi diberikan kemudian baru penugasan umum. Hal ini membuat peserta banyak yang sudah hilang fokusnya karena hanpir 1 minggu selisih antara teori dan praktek. Karena sejatinya penugasan komprehensif tentang manajemen umum yaitu P1,P2,P3. Dan masukan dari peserta alumni 2016 sudah diakomodir di MP 2017, dimana penugasan komprehensif langsung dilakuakn sesuada materi Manajemen Umum dilaksanakan. Dan beberapa pihak menilai adalah tidak betul harusnya teori disampaikan semua baru peugasan komprehensif. Disini akan banyak silang pendapat antara beberapa pihak. Tapi kalau kita kembali ke roh mengapa penugasan komprehensif disampaikan adalah kita mengawal teman-teman Puskesmas dalam tahapan manajemen Puskesmas step by step . Dan ilmu yang wajib adalah manajemen umum dan tata kelola keuangan di Puskesmas sehingga ketika mereka menyusun perencanaan memang benar itulah yang dibutuhkan oleh Puskesmas beserta masyarakat didalam wilayahnya. Dan bila itu akan diubah sebaiknya memang dari Puslat yang menyampaikan sebagai penyusun kurikulum. Bukan oleh penyelenggara. Memang betul bahwa fasilitator tidak terpaku pada metode pembelajaran, kita bisa berimprovisasi dan berinovasi tapi tidak merubah pakem yang sudah dibuat. Kalau bukan kita yang mematuhi siapa lagi. Soal perbedaan disamapaikan melalui mekanisme yang benar. Dan memang akan dirubah itu sudah melalui persetujuan banyak pihak, bukan inovasi sesorang.
  2. Pada Materi inti 2. Yaitu Manajemen Umum, sub bahasan P1, dan P2 sangat baik disampaiakan dimateri maupun penugasan.  Tapi P3 kurang detil, contohnya penilaian kinerja Puskesmas hanya disampaikan dalam analisa jaring laba-laba. Padahal di Penilaian kinerja Puskesmas (PKP) adalah penilaian yang belum disampaikan terutama tentang Penilaian Kinerja Puskesmas yang mencakup Cakupan Pelayanan dan Penilaian Manajemen sesuai dengan Permenkes 44 Tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas. PKP ada diminta dalam standar akreditasi Puskemas dikarenakan tidak disampaiakan saat teori maupun penugasan, makanya PKP tidak utuh didapatkan saat pelatihan. Jadi disaat di Puskesmas banyak yang masih menggunakan Pedoman Manajemen Puskesmas buku ke 3 tentang PKP jadi merka masih membuat PKP dengan 3 indikator yaitu cakupan layanan, Manajemen dan manajemen mutu.
  3. Walaupun penugasan komprehensif pada saat P1 saat baik dan dirinci. Tapi waktu yang tersedia tidak diarahkan oleh fasilitator tentang pengisian RUK , RPK dengan benar. Isi dari matriks belum semuanya membahas bagaimana mengisi RUK,RPK dengan benar. Hal in dikarenakan banyak fasilitator tidak ada background membuat atau terlibat membuat RUK dan RPK. Ditambah pada saat TOT peserta pun tak mendapatkannya dari nara sumber.
  4. Bila ditelaah lebih lanjut masih ada ketidak sinkronan anatara GBPP, modul dan bahan tayang. Sementara bisa dipastikan dalam pelatihan MP yang sanagat berat apalagi bila tidak ada background Puskesmas hanya membaca bahan tayang, bisa dipastikan nilai pre post dan komprehensifnya akan jelek karena soal diambil dari modul. Hal ini bisa dilihat dari nilai komprehensif peserta TOT dan Pelatihan. Hampir disemua TOT ada remedial ujian komprehensif sementara di Pelatihan didaerah ada yang tidak remedial sama sekali.
  5. Masih banyak materi yang belum “membumi”, dalam artian saat disampaikan di TOT atau di pelatihan terdapat kesenjangan yang masih jauh. Misalnya materi Manajemen Aset belum menyentuh bagaimana pengelolaan aset di Puskesmas apalagi Puskesmas BLUD. Masih lebih banyak materi BMN daripada BMDnya.
  6. Penambahan materi tentang Puskemas BLUD, mekanismenya bagaimana karena terkait penggunaan dana utamanya dana JKN. Sekarang Puskesmas diharapkan untuk menjadi BLUD. Tapi bagaimana step by stepnya Puskesmas belum mengetahui. Untuk itu Puslat bisa mengandeng Kemendagri dalam tata Kelola BLUD Puskesmas.
  7. Ada kesenjangan terkait dengan Pengelolaan keuangan, terkait dana BOK, JKN, dimana daerah yang menerapakan Tunjangan Kinerja daerah, tidak memperbolehkan untuk penggunaan dana BOK, JKN untuk transport dalam kegiatan program Puskesmas seperti Pendataan keluarga sehat. Ini menjadi kendala dibeberapa daerah yang nantinya akan mempengaruhi capaian pendataan dengan target 2019 Total Coverage. Permasalahan ini diharapkan bisa dijawab dalam pelatihan MP apalagi dikaitkan dengan perencanaan Puskesmas.
  8. Pemberian informasi yang menyeluruh kepada semua pihak terkait dengan jadwal, skenario penugasan, panduan PKL dalam satu wadah. mIsalnya  kita gunakan jalur LJJ sebagai update materi mata diklat MP. Atau ada jalur komunikasi internal antara Puslat, Fasilitator dan penyelenggara daerah. Atau membuat FAQ buat Penyelenggaraan Manajemen Puskesmas.

 

PENUTUP

Pelatihan MP ini bagi Kepala Puskesmas merupakan amanah dari Permenkes 75 Tahun 2014 sebagai salah satu kompetensi Kepala Puskesmas yang dipersyaratkan di Standar Akreditasi Puskemas, jadi kemampuan Kapus sekembalinya dari pelatihan pasti langsung akan diimplementasikan ke Puskesmasnya masing-masing. Untuk itu catatan diatas kami tulis dengan semangat perbaikan sehingga kita dapat menghasilkan Kepala-kepala Puskesmas yang cakap dalam mengelola Puskesmasnya dalam melayani masyarakat sehingga meningkatkan capaian SPM kab/kota masing-masing sehingga target nasional juga akan terwujud.  Karena ditangan 9754 Kepala Puskesmas se-Indonesia  kita titipkan program kesehatan. Untuk itu perbaikan Kurikulum, modul, dan bahan tayang serta peningkatan kompetensi fasilitator dalam pelatihan mutlak dilaksanakan.

 

REFERENSI

  1. Permenkes No.75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
  2. Permenkes No.44 Tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas
  3. Kurikulum Pelatihan Manajemen Puskesmas, 2016
  4. Kurikulum Pelatihan Manajemen Puskesmas, 2017
  5. Modul Kumpulan materi Pelatihan Manajemen Puskesmas, 2017


Share :