BBPK JAKARTA MEMFASILITASI PEMBENTUKAN LABORATORIUM LAPANGAN PELATIHAN KELUARGA SEHAT DI UPELKES KALIMANTAN BARAT

Kamis , 14 September 2017

BBPK JAKARTA MEMFASILITASI

PEMBENTUKAN LABORATORIUM LAPANGAN

PELATIHAN KELUARGA SEHAT DI UPELKES KALIMANTAN BARAT

(Tri Hernowo, SKM, M.Kes)*

Penyerahan MOU Lab.Lapangan Keluarga Sehat antara Ka.Dnkes Kota Pontianak dengan Ka.Upelkes Kalbar (kiri) Seminar dan Komitmen Bersama warga/Tokoh masyarakat,Puskesmas Siantan Hilir dan Upelkes Kalbar.(Kanan)

 

 

Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar yaitu pilar paradigma sehat, pilar penguatan yankes dan pilar JKN disandingkan dengan metode pendekatan Keluarga. Untuk mencapai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama (UKP) secara optimal perlu dibentuk suatu wadah atau lahan yang saling memudahkan dan menguntungkan kedua belah pihak, serta perlu diikat melalui suatu perjanjian kerja sama atau MOU. Wadah atau wahana pelatihan tersebut disebut laboratorium lapangan.  Tujuannya untuk memudahkan dalam upaya promotif dan preventif, kepada masyarakat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Unit Pelatihan Kesehatan (UPELKES) Kalimantan Barat dengan difasilitasi oleh BBPK Jakarta belum lama ini tepatnya tanggal 17 – 20 Mei 2017 telah melakukan pembentukan Lab. Lapangan Keluarga Sehat yang berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir. Pembentukan Lab Lapangan  pelatihan keluarga sehat ini digagas dan difasilitasi oleh BBPK Jakarta. Bersamaan dengan pembenttukan Lab Lapangan di Bapelkes NTB dan Unit Pelatihan Kesehatan Murnajati Jawa Timur.

 

Kegiatan pembentukan lab. Lapangan pada pelatihan Keluarga Sehat  dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu. Mulai dari penjajagan, survai awal lokasi, pembuatan draf MoU  sampai dengan penandatangan antara Kapala Dinas Kesehatan Propinsi dalam hal ini diwakili oleh Kepala UPELKES Kalbar dan Kadinkes Kota Pontianak (lokasi Lab Lapangan Puskesmas). Kemudian dilakukan pendataan/pembinaan keluarga sehat,  pengolahan dan analisis hasil pendataan, melakukan komitmen bersama antara warga/tokoh masyarakat, Upelkes Kalbar dan Puskesmas Siantan Hilir melalui  kegiatan seminar atau sosialisai hasil pendataan KS. Selanjutnya adalah mewujudkan pelaksanaan komitmen bersama untuk mengintervensi dg kegiatan  pencegahan dan penyuluhan bagi warga masyarakat.

?

Tim BBPK Jakarta sedang memfasilitasi pembentukan Lab Lapangan di Kalimantan Barat

 

Program Keluarga Sehat

Program Keluarga Sehat ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 mengenai peran penting puskesmas yang lebih memprioritaskan upaya kesehatan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif. Pendekatan keluarga sehat ini dibentuk untuk memaksimalkan potensi Puskesmas dalam melaksanakan upaya tersebut. Upaya kesehatan harus terintergrasi antara Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambungan, dengan target keluarga, berdasarkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga.

Salah satu pendekatan keluarga yang paling efektif adalah dengan meningkatkan kegiatan puskesmas untuk terjun ke wilayahnya melalui pendekatan jangkauan akses pelayanan kepada masyarakat dengan secara kontinyu mendatangi keluarga. Baik itu untuk pendataan, pembinaan dan melakukan penyuluhan kesehatan.

Upaya tersebut sejalan dengan penguatan fungsi layanan kesehatan pertama/puskesmas sebagai layanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Untuk mencapai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama (UKP) secara optimal perlu dibentuk suatu wadah atau lahan yang saling memudahkan dan menguntungkan kedua belah pihak, serta perlu diikat melalui suatu perjanjian kerja sama atau MOU. Wadah atau wahana tersebut didalam istilah pelatihan adalah laboratorium lapangan.  Tujuannya untuk memudahkan dalam upaya promotif dan preventif, kepada masyarakat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Laboratorium lapangan adalah suatu unit atau wilayah yang di bina dan di kembangkan oleh Unit Pelatihan didalam meningkatkan mutu pelatihan serta di gunakan untuk praktek lapangan (PKL), study banding, uji coba dan lain sebagainya Unit Pelatihan Kesehatan (UPELKES) Kalimantan Barat merupakan  unit pelaksana teknis di bidang pelatihan kesehatan merupakan salah satu fungsinya adalah untuk melakukan pengembangan dan meningkatkan mutu pelatihan bagi tenaga kesehatan. Berdasarkan tugas-tugas diatas, maka UPELKES Kalimantan Barat melakukan upaya-upaya terkait peningkatan pemahaman, sikap dan keterampilan baik petugas kesehatan maupun masyarakat tentang pelayanan kesehatan terkait implementasi dilapangan. Untuk mencapai tujuan dari upaya-upaya tersebut diperlukan ketelibatan sektor terkait, termasuk puskesmas, kecamatan dan peran serta masyarakat. Disamping itu juga untuk pelatihan-pelatihan yang bersifat unggulan di upelkes Pontianak belum terbentuk.

 

Pelatihan KS dan Peningkatan Akreditasi di Upelkes Pontianak

Sesuai dengan amanat dari Kementerian Kesehatan RI, sebagai penyelenggara Pelatihan Keluarga sehat  diamanatkan untuk  Tahun 2017 penyelenggraannya sebanyak 6 angkatan/klas yang terbagi dalam 2 gelombang. Masing klas berjumlah 30 orang yang terdiri staf yang ada di puskesmas kecamatan. Seluruh pesertanya adalah petugas puskesmas yang ada di seluruh Kalimantan Barat.  Agar proses pelatihan terutama dalam praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat berjalan lebih efektif dan efisien maka perlu dibentuk Laboraturium Lapangan Keluarga sehat.

Diharapkan Pembentukan Laboratorium lapangan pelatihan Keluarga Sehat ini bisa dijadikan sebagai unggulan pelatihan di UPELKES Pontianak. Pembentukan Laboratorium Lapangan ini juga untuk meningkatkan dan mengembangkan akreditasi institusi pelatihan sesuai dengan amanah Peraturan Lembaga Administrasi Negara no. 25 Tahun 2015, tentang Pedoman Akreditasi lembaga Pelatihan.

Unit Pelatihan Kesehatan (UPELKES) Pontinak juga mendukung program keluarga sehat tersebut dengan melakukan upaya pembentukan Laboratorium Lapangan Keluarga Sehat yang diawali dengan kegiatan workshop mengenai persiapan pengumpulan data keluarga sehat. Workshop ini dilakukan dalam rangka laboratorium lapangan yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pelatihan bagi aparatur dalam meningkatkan kompetensi dan memberikan dampak yang langsung pada masyarakat.

  1. paya pembentukan Laboratorium Lapangan Keluarga Sehat ini diharapkan dapat mendukung penerapan paradigma sehat dengan mengoptimalkan kegiatan promotif preventif di Puskesmas. Selain itu pembentukan laboratorium lapangan ini diharapkan juga  dalam rangka penyiapan lahan praktek peserta diklat yang mendukung substansi materi dan kebutuhan diklat di UPELKES Pontianak serta mendukung pelaksanaan pelatihan bagi aparatur dalam meningkatkan kompetensi dan memberikan dampak yang langsung pada masyarakat.

 

Tujuan Lab. Lapangan

Tujuan dari pembentukan lab.lapangan  adalah menyiapkan lahan praktek melalui pembentukan laboratorium lapangan keluarga sehat dalam meningkatkan mutu pelatihan dan kompetensi tenaga kesehatan. Didapatkannya kesepakatan lokasi pembentukan laboratorium lapangan keluarga sehat melaui perjanjian kerjasama (Mou) antara  UPELKES dengan  Dinas Kesehatan  Kota (PUSKESMAS). Terselelenggaranya pendataan kesehatan masyarakat dalam rangka preventif dan promotif. Terselenggaranya kegiatan seminar hasil Laboratorium lapangan, kegiatan ini merupakan hasil dari kegiatan pendataan melalui pendekatan keluarga sehat dengan upaya preventif dan promotif.

 

Manfaat Pembentukan Lab.KS

Manfaat dari Pembentukan Lab Lapangan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan mutu pelatihan di Upelkes Pontianak dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
    1. Peningkatan status akreditasi institusi pelatihan Upelkes oleh Lembaga Administarsi Negara dan Kementerian Kesehatan
    2. Sebagai bahan pengganggaran yang efektif dan efisien pendukung proyek perubahan

Sedangkan Bagi Masyarakat adalah, Diperolehnya informasi kesehatan masyarakat untuk proses pelayanan kesehatan dan  pendekatan pelayanan kesehatan masyarakat dalam peningkatan program keluargaa sehat.

Bagi Stake Holder manfaatnya adalah :

Meningkatkan wawasan yang luas dalam pelayanan pelatihan  dan Memberikan pelayanan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Hasil Kegiatan pengambilan data

Seminar hasil pendataan kesehatan keluarga dilakukan tidak di gedung Unit Pelatihan Kesehatan atau Gedung Puskesmas Siantan Hilir, tetapi dilaksanakan langsung di rumah Ketua RW 028 tujuannya agar dekat dengan masyarakat sesuai dengan program pemerintah yaitu pendekatan Keluarga.

Pelaksanaan seminar dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Petugas dari Kemenkes Jakarta, Kepala Upelkes, Ka Puskesmas, widya iswara, beberapa orang staf Upelkes,  staf puskesmas, Tokoh masyarakat, Ketua RW, kader,warga masyakat. Jumlah peserta mencapai 40 orang.

Dalam seminar tersebut di buka oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, kemudian dipaparkan oleh Kepala Puskesmas dan widyaiswara hasil pendataan keluarga sehat.

Hasil Pendataan di RW 28 Rt 01 Siantan Hilir sebagai berikut : Dari target 50 bangunan yang akan disurvei, didapatkan sebanyak 45 bangunan yang berhasil disurvei terdiri dari 45 kepala keluarga. Indikator keluarga sehat yang didapatkan yaitu sebagian besar tergolong dalam  Keluarga Pra Sehat 26 KK (57,7 %), Keluarga Sehat  16 KK (35,53 %)  sementara  Keluarga Tidak Sehat ada sebanyak  3 KK (6,6 %).

Penggolongan Keluarga sehat dibagi menjadi 3 gradasi :

  • 80%         keluarga sehat
  • 50%-80% keluarga pra sehat
  • <50%       keluarga tidak sehat

Dari 12 indikator Keluarga Sehat ditemukan : keluarga Yang Tidak mengikuti KB : 5 kepala keluarga (KK), Persalinan Ibu Tidak di Fasyankes: 2 KK, Bayi yang Tidak mendapat ASI Eksklusif : 1 KK, Penderita Hipertensi yang tidak berobat teratur : 10 KK, Anggota Keluarga yang merokok : 27 KK, Keluarga yang tidak memiliki JKN : 23 KK.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendataan  keluarga sehat sekaligus pemeriksaan kesehatan warga masyarakat

Baseline data  permasalahan kesehatan  Siantan Hilir

Dari hasil pendataan akan diperolehnya Rekafitulasi baseline data dan permasalahan kesehatan prioritas terkait program keluarga sehat di Wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir. Kemudian data ini bisa dijadikan bahan untuk melakukan  intervensi penanganan tindak lanjut permasalahan kesehatan prioritas  dengan melakukan penyuluhan preventif dan promotif terkait program keluarga sehat.  Dalam jangka panjang tentunya dilakukannya Monitoring dan Evaluasi terhadap perkembangan Laboratorium Lapangan pelatihan KS sebagai bahan Tindak Lanjut. Bila perlu kedepan dialokasikan anggaran untuk Pengembangan dan peningkatan program kegiatan Laboratorium Lapangan.

 

  •  

Pembentukan lab lapangan sangat efektif dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan, direkomendasikan dapat dibentuk juga di bapelkes lain di Indonesia yang belum mempunyai lab lapangan.

  1. egiatan Komitmen bersama dilaksanakan bukan hanya di RW 28 Rt 01 saja, tetapi dilaksanakan juga di RW dan RT lain di wilayah  Puskesmas Siantan Hilir.

Bagi yang telah menanda tangani komitmen bersama untuk dapat melaksanakan komitmenya didalam pencegahan permaslahan kesehatan sesuai pendataan keluarga sehat.

Dukungan dan komitmen tokoh masyarakat sangat diperlukan dalam menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama.

Perlu dilaksanakan beberapa pelatihan  bagi masyarakat dan petugas puskesmas tentang pelatihan yang berhubungan dengan bahaya merokok , hipertensi dan JKN.

 

*Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Mutu BBPK Jakarta. 

 

** disarikan dari Hasil Laporan Lab Lapangan KS di Kalimantan Barat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share :